Selasa, 27 Januari 2015

KEGIATAN SAAT DI SEKOLAH



sehabis berolahraga

saat pendalaman materi
pada saat buka puasa bersama
pada saat jam istirahat
pada saat jam kosong

Hafidz Fitrian Juara I Olimpiade Fisika SMA Se-Jawa


Hafidz Fitrian B siswa SMA Negeri 1 Pati meraih juara I Olimpiade Fisika tingkat SMA se-Jawa. Urutan kedua Fajar M Noor Rozaqi (SMAN SBBS Sragen) dan ketiga Galih Endrayana (SMAN SBBS Sragen).
Acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sabtu (26/10) di gedung D3 Kampus Sekaran, diikuti oleh 226 peserta dari berbagai kota di pulau Jawa.
Koordinator Bidang Olimpiade SMA Eko Prasetyo mengatakan, Hafidz berhasil meraih juara setelah melalui tiga tahap, yaitu tahap penyisihan (21 September), tahap semi final, dan tahap grand final.
Eko Prasetyo juga berkata, Olimpiade Fisika ini bagian dari serangkaian kegiatan dalam Pekan Ilmiah Fisika (PIF) ke-24. “PIF diadakan setahun sekali dalam rangka memperingati bulan FMIPA Unnes,” ujarnya.
“Selain olimpiade Fisika SMA, juga diselenggarakan Lomba Kreatifitas Guru (LKG), Lomba Karya Tulis Ilmiah Siswa (LKTIS), Olimpiade Sains tingkat SD, olimpiade Fisika SMP, Seminar Nasional, dan Bazar Pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, babak semi dan grand final olimpiade Fisika SMP dan final LKG akan dilaksanakan 2 November 2013. Sedangkan, untuk babak semi dan grand final olimpiade Sains SD dan final LKTIS akan diadakan 3 November” ujar Suhartono Ketua PIF ke-24.
Seminar Nasional
Suhartono juga mengemukakan, bersamaan dengan grand final olimpiade Fisika SMA, berlangsung pula seminar nasional dengan tema “Peran Fisika dan Pendidikan Karakter Menuju Indonesia Emas 2025” di gedung Auditorium Unnes.
“Narasumber Dr Nandang Rusmana MSi (pakar pendidikan karakter), Prof Ani Rusilowati MPd (Guru Besar FMIPA Unnes) dan Dr Eng Hendry Widyandari MSi (Peraih hibah penelitian L’Oreal),” kata Suhartono.

Titin Suryati Sukmadewi, Juara Olimpiade Matematika Tingkat Nasional


SUMEDANG, (PRLM).- Karena hobi dan tak bisa tidur jika ada soal matematika yang susah dijawab, menjadi jalan bagi Titin Suryati Sukmadewi (38) hingga menyandang gelar juara Olimpiade Science Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2014. Guru SMAN 1 Sumedang itu, meraih medali emas bidang studi Matematika tingkat SMA kategori “The Best Teaching Performance”. Titin mampu menyingkirkan 39 peserta lomba lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Medali emas, secara resmi diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Kamis (4/9/2014) lalu.
“Bagi saya, matematika itu menjadi hobi dari kecil. Saya tidak bisa tidur, kalau ada soal matematika yang susah dijawab. Alhamdulillah, berbekal kegemaran dan ilmu matematika yang saya pelajari sehingga saya meraih medali emas dalam OSN tingkat nasional,” kata Titin warga Perum Mekarsari Regency, Desa Mekarjaya, Kec. Sumedang Utara ketika ditemui di Pendopo kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Rabu (10/9/2014).
Menyandang gelar juara OSN tingkat nasional 2014, bukan hal yang gampang dan bisa diraih secara instan. Akan tetapi, ditempuh dengan perjuangan berat dan didorong pengalaman serta berbagai prestasi yang didapat sebelumnya. Beranjak lolos menjadi juara OSN tingkat kabupaten, lalu di tingkat provinsi hingga akhirnya menjadi juara tingkat nasional mewakili Jawa Barat khususnya Kab. Sumedang. Berkat prestasinya itu, Jawa Barat mampu mempertahankan gelar juara umum OSN tingkat nasional tahun 2014 dengan raihan 3 medali emas dan 2 perak.
Tak hanya itu saja, kesuksesan itu pun berbekal ilmu yang didapat di bangku kuliah S-1 di Universitas Padjadjaran Jurusan Matematika. Istri dari Faisal Ibrahim itu, lebih mengasah lagi hobinya dengan meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi mengambil S-2 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung di Bidang Studi Matematika. Tak heran, semakin piawai Titin menguasai ilmu matematika.
Kepiawaiannya itu membuahkan hasil gemilang. Tak hanya juara OSN saja, lewat ilmu “Al Jabar” yang ditekuninya mampu menghantarkan Titin menjadi “The Best Participant Lesson Study Motivator Education” se-Asia Tenggara tahun 2010. Ia juga berhak mengikuti seminar di Utah, Amerika Serikat tahun 2011 bertema “Kompleks Number”.
“Jadi juara OSN, bukan instan melainkan karena kegemaran. Ditambah lagi ilmu yang didapat dibangku perkuliahan S-1 dan S-2. Selain itu juga, bekal berbagai prestasi termasuk pengalaman di bidang matematika,” tutur Titin dengan senyum mengembang.
Ia berharap, prestasi, pengalaman dan hobinya itu menjadi motivasi bagi para siswa agar dapat mengikuti jejaknya hingga mumpuni di bidang matematika. Kemampuannya tersebut, diharapkan juga bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kab. Sumedang secara umum. “Saya berharap, prestasi dan ilmu yang saya dapat ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh siswa supaya lebih giat lagi mempelajari matematika,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, Eem Hendrawan mengatakan, prestasi yang didapat Titin tak hanya dapat memotivasi siswanya saja, melainkan semua guru di Kab. Sumedang. Bukan hanya matematika saja, tapi mata pelajaran lainnya.
“Prestasi yang diraih Bu Titin ini, selain mengharumkan nama baik Kab. Sumedang khususnya di bidang pendidikan, juga diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan di Kab. Sumedang. Hal itu, melalui pengajaran para guru yang professional, kompeten dan berkualitas. Mudah-mudahan, ke depan muncul figur Titin-Titin lainnya di Kab. Sumedang,” tuturnya.

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/296382